Senin, 23 Februari 2009

PEtuah Bijak: JEJAK KAKI

Semalam aku bermimpi sedang berjalan menyisir pantai bersama TUHAN.Dicakrawala terbentang kehidupanku.Pada setiap adegan aku melihat dua pasang jejak kaki dipasir,
sepasang jejak kakiku dan sepasang lagi jejak kaki TUHAN.



Setelah adegan terakhir dari kehidupanku,terhampar dihadapanku,aku menoleh kebelakang melihat jejak kaki dipasir.Aku memperhatikan bahwa berkali-kali sepanjang jalan hidupku,terutama pada saat-saat paling gawat dan mencekam,hanya terdapat sepasang jejak kaki saja.

Hal ini benar-benar membuat aku sangat kecewa,maka aku bertanya kepada TUHAN,TUHAN,dimanakah Engkau?

Engkau mengatakan bila aku memutuskan untuk mengikut Engkau,Engkau akan berjalan bersama aku sepanjang jalan hidupku.Namun aku memperhatikan bahwa pada saat-saat paling gawat dan beban berat menindas hidupku,hanya terdapat sepasang jejak kaki saja,dan aku tidak mengerti mengapa pada saat aku membutuhkan Engkau,justru Engkau meninggalkan aku.

TUHAN menjawab ; Anak-Ku,engkau sangat berharga dimata-Ku,Aku sangat mengasihi engkau dan Aku tidak akan meninggalkan engkau.Pada waktu engkau dalam bahaya dan dalam penderitaan,engkau hanya melihat sepasang jejak kaki saja,karena pada waktu itu Aku menggendong kamu.

Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai putih rambutmu Aku menggendong kamu.Yesaya 46:4

Indah rencanaMu Tuhan didalam hidupku,
walau ku tak tau dan ku tak mengerti
semua jalanMu. Dulu ku tak tau Tuhan,berat kurasakan, hati menderita dan ku tak berdaya menghadapi semua. Tapi ku mengerti sekarang, Kau tolong padaku, kini kumelihat dan ku merasakan indah rencanaMU.

dan ketika kita mengenal Tuhan dengan sangat baik,kita dapat membedakan mana yang baik!.serta segala Ketakutan kita jika kita tidak diubahkan melampaui kesakitan kita ketika kita berhadapan dengan kebenaran.

sumber: Kalam Hidup
Nb : dengan kata lain Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita walau sesusah apaun hidup kita dan Tuhan tdak akan pernah memberi cobaan yang melampaui kemam[uan kita dan bersandarlah kepada Tuhan akan hidup dan kehidupan kita.Amin
Lebih Lanjut.... »»

Minggu, 22 Februari 2009

ARTI CINTA DAN PERNIKAHAN

Suatu ketika seorang murid bertanya kepada gurunya, Guru, apakah arti cinta…? dan apa artinya pernikahan…?
Guru tersebut menjawab, Di depanmu ada sebuah taman, berjalanlah tanpa menoleh ke belakang dan carilah bunga yang paling indah, jika sudah kau dapatkan segeralah kembali.

Kemudian berjalanlah sang murid menyusuri taman tersebut, mencari dan terus mencari.
Sang guru telah menunggu cukup lama akhirnya mendapati muridnya datang dengan tangan kosong, Sang guru bertanya, Kenapa engkau tidak membawa apa-apa?
Murid tersebut menjawab, Di tengah perjalanan aku sudah menemukan sekuntum bunga yang indah namun aku berpikir di depan sana pasti masih ada yang lebih indah maka dari itu aku tidak mengambilnya dan tanpa kusadari aku telah melewati taman tersebut tanpa mendapati apa-apa.
Kemudian sang Guru berkata, Itulah arti cinta
Lalu si murid bertanya kembali, Bagaimana dengan arti pernikahan…
Kemudian sang Guru berkata, Sekarang cobalah berjalan melalui taman di belakangmu itu dan carilah kembali bunga yang paling indah di dalamnya.
Tanpa berpikir panjang si murid berjalan memasuki taman yang berhadapan dengan taman sebelumnya. Namun si murid kembali dengan cepatnya dengan membawa sekumtum bunga yang jika dilihat bunga tersebut biasa-biasa saja, kemudian diperlihatkannya bunga tersebut kepada sang Guru.
Sang Guru bertanya, Kenapa cepat sekali engkau kembali padahal aku baru melihatmu memasuki taman lalu kembali lagi ke sini dan menurutku bunga ini biasa-biasa saja tidak terlalu indah menurutku?
Murid menjawab, Aku takut kalau aku tidak akan mendapatkan bunga lagi di depan dan jika di depan sana masih banyak terdapat bunga, aku takut kalau bunga-bunga di depan sana tidak ada yang seindah bunga ini, maka dari itu aku ambil bunga ini dan lalu kembali.
Sang Guru hanya tersenyum dan berkata, “Itulah arti pernikahan…”

Nasehat:
Terkadang kita terlalu memilih-milih seseorang yang akan jadi pasangan kita dan tanpa kita sadari mungkin saja kita telah melewatkan orang yang tepat untuk mendampingi kita.
Terkadang kita selalu melihat kekurangan yang ada pada pasangan kita tanpa mau menyadari mungkin tidak ada lagi seseorang yang lebih baik seperti dia di dunia ini.
Selalulah berpikir bahwa pasangan kita saat ini adalah yang terbaik bagi kita. Manusia adalah makhluk yang tidak sempurna, kesempurnaan hanyalah milik Allah semata.

Dikutip dari: http://meteoroid.wordpress.com
Lebih Lanjut.... »»