Senin, 11 Mei 2009

Konsep Diri

Masalah-masalah rumit yang dialami manusia, seringkali dan bahkan hampir semua, sebenarnya berasal dari dalam diri. Mereka tanpa sadar menciptakan mata rantai masalah yang berakar dari problem konsep diri. Dengan kemampuan berpikir dan menilai, manusia malah suka menilai yang macam-macam terhadap diri sendiri maupun sesuatu atau orang lain dan bahkan meyakini persepsinya yang belum tentu obyektif. Dari situlah muncul problem seperti inferioritas, kurang percaya diri, dan hobi mengkritik diri sendiri. Artikel berikut akan mengulas tentang konsep diri, apa dan bagaimana konsep diri berpengaruh terhadap munculnya problem yang dialami manusia sehari-hari.

Konsep Diri

Konsep diri dapat didefinisikan secara umum sebagai keyakinan, pandangan atau penilaian seseorang terhadap dirinya. Seseorang dikatakan mempunyai konsep diri negatif jika ia meyakini dan memandang bahwa dirinya lemah, tidak berdaya, tidak dapat berbuat apa-apa, tidak kompeten, gagal, malang, tidak menarik, tidak disukai dan kehilangan daya tarik terhadap hidup. Orang dengan konsep diri negatif akan cenderung bersikap pesimistik terhadap kehidupan dan kesempatan yang dihadapinya. Ia tidak melihat tantangan sebagai kesempatan, namun lebih sebagai halangan. Orang dengan konsep diri negatif, akan mudah menyerah sebelum berperang dan jika gagal, akan ada dua pihak yang disalahkan, entah itu menyalahkan diri sendiri (secara negatif) atau menyalahkan orang lain.
Sebaliknya seseorang dengan konsep diri yang positif akan terlihat lebih
optimis, penuh percaya diri dan selalu bersikap positif terhadap segala sesuatu, juga terhadap kegagalan yang dialaminya. Kegagalan bukan dipandang sebagai kematian, namun lebih menjadikannya sebagai penemuan dan pelajaran berharga untuk melangkah ke depan. Orang dengan konsep diri yang positif akan mampu menghargai dirinya dan melihat hal-hal yang positif yang dapat dilakukan demi keberhasilan di masa yang akan datang.

Proses Pembentukan Konsep Diri

Konsep diri terbentuk melalui proses belajar sejak masa pertumbuhan seorang manusia dari kecil hingga dewasa. Lingkungan, pengalaman dan pola asuh orang tua turut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap konsep diri yang terbentuk. Sikap atau respon orang tua dan lingkungan akan menjadi bahan informasi bagi anak untuk menilai siapa dirinya. Oleh sebab itu, seringkali anak-anak yang tumbuh dan dibesarkan dalam pola asuh yang keliru dan negatif, atau pun lingkungan yang kurang mendukung, cenderung mempunyai konsep diri yang negatif. Hal ini disebabkan sikap orang tua yang misalnya : suka memukul, mengabaikan, kurang memperhatikan, melecehkan, menghina, bersikap tidak adil, tidak pernah memuji, suka marah-marah, dsb - dianggap sebagai hukuman akibat kekurangan, kesalahan atau pun kebodohan dirinya. Jadi anak menilai dirinya berdasarkan apa yang dia alami dan dapatkan dari lingkungan. Jika lingkungan memberikan sikap yang baik dan positif, maka anak akan merasa dirinya cukup berharga sehingga tumbuhlah konsep diri yang positif.

Konsep diri ini mempunyai sifat yang dinamis, artinya tidak luput dari perubahan. Ada aspek-aspek yang bisa bertahan dalam jangka waktu tertentu, namun ada pula yang mudah sekali berubah sesuai dengan situasi sesaat. Misalnya, seorang merasa dirinya pandai dan selalu berhasil mendapatkan nilai baik, namun suatu ketika dia mendapat angka merah. Bisa saja saat itu ia jadi merasa bodoh, namun karena dasar keyakinannya yang positif, ia berusaha memperbaiki nilai.

Faktor yang Mempengaruhi Konsep Diri
Berbagai faktor dapat mempengaruhi proses pembentukan konsep diri
seseorang, seperti :
Pola asuh orang tua
Pola asuh orang tua seperti sudah diuraikan di atas turut menjadi factor signifikan dalam mempengaruhi konsep diri yang terbentuk. Sikap positif orang tua yang terbaca oleh anak, akan menumbuhkan konsep dan pemikiran yang positif serta sikap menghargai diri sendiri. Sikap negatif orang tua akan mengundang pertanyaan pada anak, dan menimbulkan asumsi bahwa dirinya tidak cukup berharga untuk dikasihi, untuk disayangi dan dihargai; dan semua itu akibat kekurangan yang ada padanya sehingga orang tua tidak sayang.

Kegagalan
Kegagalan yang terus menerus dialami seringkali menimbulkan pertanyaan kepada diri sendiri dan berakhir dengan kesimpulan bahwa semua penyebabnya terletak pada kelemahan diri. Kegagalan membuat orang merasa dirinya tidak berguna.

Depresi
Orang yang sedang mengalami depresi akan mempunyai pemikiran yang cenderung negatif dalam memandang dan merespon segala sesuatunya, termasuk menilai diri sendiri. Segala situasi atau stimulus yang netral akan dipersepsi secara negatif. Misalnya, tidak diundang ke sebuah pesta, maka berpikir bahwa karena saya miskin maka saya tidak pantas diundang. Orang yang depresi sulit melihat apakah dirinya mampu survive menjalani kehidupan selanjutnya. Orang yang depresi akan menjadi super sensitif dan cenderung mudah tersinggung atau termakan ucapan orang.

Kritik internal
Terkadang, mengkritik diri sendiri memang dibutuhkan untuk menyadarkan seseorang akan perbuatan yang telah dilakukan. Kritik terhadap diri sendiri sering berfungsi menjadi regulator atau rambu-rambu dalam bertindak dan berperilaku agar keberadaan kita diterima oleh masyarakat dan dapat beradaptasi dengan baik.

Merubah Konsep Diri
Seringkali diri kita sendirilah yang menyebabkan persoalan bertambah rumit dengan berpikir yang tidak-tidak terhadap suatu keadaan atau terhadap diri kita sendiri. Namun, dengan sifatnya yang dinamis, konsep diri dapat mengalami perubahan ke arah yang lebih positif. Langkah-langkah yang perlu diambil untuk memiliki konsep diri yang positif :

Bersikap obyektif dalam mengenali diri sendiri
Jangan abaikan pengalaman positif atau pun keberhasilan sekecil apapun yang pernah dicapai. Lihatlah talenta, bakat dan potensi diri dan carilah cara dan kesempatan untuk mengembangkannya. Janganlah terlalu berharap bahwa Anda dapat membahagiakan semua orang atau melakukan segala sesuatu sekaligus. You cant be all things to all people, you cant do all things at once, you just do the best you could in every way....

Hargailah diri sendiri
Tidak ada orang lain yang lebih menghargai diri kita selain diri sendiri. Jikalau kita tidak bisa menghargai diri sendiri, tidak dapat melihat kebaikan yang ada pada diri sendiri, tidak mampu memandang hal-hal baik dan positif terhadap diri, bagaimana kita bisa menghargai orang lain dan melihat hal-hal baik yang ada dalam diri orang lain secara positif? Jikakita tidak bisa menghargai orang lain, bagaimana orang lain bias menghargai diri kita ?

Jangan memusuhi diri sendiri
Peperangan terbesar dan paling melelahkan adalah peperangan yang terjadi dalam diri sendiri. Sikap menyalahkan diri sendiri secara berlebihan merupakan pertanda bahwa ada permusuhan dan peperangan antara harapan ideal dengan kenyataan diri sejati (real self). Akibatnya, akan timbul kelelahan mental dan rasa frustrasi yang dalam serta makin lemah dan negatif konsep dirinya.

Berpikir positif dan rasional
We are what we think. All that we are arises with our thoughts. With our thoughts, we make the world (The Buddha). Jadi, semua itu banyak tergantung pada cara kita memandang segala sesuatu, baik itu persoalan maupun terhadap seseorang. Jadi, kendalikan pikiran kita jika pikiran itu mulai menyesatkan jiwa dan raga. (jp)

Lebih Lanjut.... »»

Rahasia Kecil Kebahagiaan

Rahasia kebahagiaan adalah memusatkan perhatian pada kebaikan dalam diri orang lain. Sebab, hidup bagaikan lukisan: Untuk melihat keindahan lukisan yang terbaik sekalipun, lihatlah di bawah sinar yang terang, bukan di tempat yang tertutup dan gelap, sama halnya sebuah gudang.

Rahasia kebahagiaan adalah tidak menghindari kesulitan. Dengan memanjat bukit, bukan meluncurinya, kaki seseorang tumbuh menjadi kuat.
Rahasia kebahagiaan adalah melakukan segala sesuatu bagi orang lain. Air yang tak mengalir tidak berkembang. Namun, air yang mengalir dengan bebas selalu segar dan jernih.
Rahasia kebahagiaan adalah belajar dari orang lain, dan bukan mencoba ! mengajari mereka. Semakin Anda menunjukkan seberapa banyak Anda tahu, semakin orang lain akan mencoba menemukan kekurangan dalam pengetahuan Anda. Mengapa bebek disebut "bodoh"? Karena terlalu banyak bercuap-cuap.
Rahasia kebahagiaan adalah kebaikan hati: memandang orang lain sebagai anggota keluarga besar Anda. Sebab, setiap ciptaan adalah milik Anda. Kita semua adalah ciptaan Tuhan yang satu, Sang Bapak, Sang Ibu.
Rahasia kebahagiaan adalah tertawa bersama orang lain, sebagai sahabat, dan bukan menertawakan mereka sebagai hakim.
Rahasia kebahagiaan adalah tidak sombong. Bila Anda menganggap mereka penting, Anda akan memiliki sahabat ke manapun Anda pergi. Ingatlah bahwa musang yang paling besar akan mengeluarkan bau yang paling menyengat. Kebahagiaan datang kepada mereka yang memberikan cintanya secara bebas, yang tidak meminta orang lain mencintai mereka terlebih dahulu. Bermurah hatilah seperti mentari yang memancarkan sinarnya tanpa terlebih dahulu bertanya apakah orang-orang patut menerima kehangatannya.
Kebahagiaan berarti menerima apapun yang datang, dan selalu mengatakan kepada diri sendiri "Aku bebas dalam diriku".
Kebahagiaan berarti membuat orang lain bahagia. Padang rumput yang penuh bunga membutuhkan pohon-pohon di sekelilingnya, bukan bangunan-bangunan beton yang kaku. Kelilingilah padang hidup Anda dengan kebahagiaan.
Kebahagiaan berasal dari menerima orang lain sebagaimana adanya; nyatanya menginginkan mereka bukan sebagaimana adanya. Betapa akan membosankan hidup ini jika setiap orang sama. Bukankah taman pun akan tampak janggal bila semua bunganya berwarna ungu?
Rahasia kebahagiaan adalah menjaga agar hati Anda terbuka bagi orang lain, dan bagi pengalaman-pengalaman hidup. Hati laksana pintu sebuah rumah. Cahaya matahari hanya dapat masuk bilamana pintu rumah itu terbuka lebar.
Rahasia kebahagiaan adalah memahami bahwa persahabatan jauh lebih berharga daripada barang; lebih berharga daripada mengurusi urusan sendiri; lebih berharga daripada! bersikukuh pada kebenaran dalam perkara-perkara yang tidak prinsipiil.

Lebih Lanjut.... »»

Selasa, 31 Maret 2009

10 Cara Seorang Ayah yang Hebat

Ayah itu teladan bagi anak-anaknya, maka berhati-hatilah sebagai ayah jika ingin bertindak apapun. Sebab anak selalu ingin mengalahkan ayahnya. Yang ayah wariskan kepada anak-anaknya bukan kata-kata atau kekayaan, tetapi sesuatu yang tak terucapkan yaitu teladan sebagai seorang pria dan seorang ayah


HORMATILAH IBU ANAK-ANAK ANDA.
Salah satu hal terbaik yang dapat dilakukan Ayah bagi anak-anaknya adalah menghormati Ibu mereka. Kalau Anda menikah, jagalah pernikahan Anda agar tetap kuat dan penuh vitalitas.

LEWATKANLAH WAKTU BERSAMA ANAK-ANAK ANDA.
Bagaimana seorang Ayah melewatkan waktunya mengatakan apa yang penting baginya. Kalau Anda tampaknya selalu terlalu sibuk untuk anak-anak Anda, mereka akan merasa ditelantarkan, apapun yang Anda katakan.

UPAYAKANLAH HAK UNTUK DIDENGARKAN.
Terlalu sering satu-satunya saat sang Ayah bicara kepada anak-anaknya adalah ketika mereka melakukan suatu kesalahan. Mulailah bicara kepada anak-anak ketika mereka masih kecil, sehingga topik-topik sulit akan lebih mudah ditangani ketika mereka semakin besar. Luangkanlah waktu dan dengarkanlah ide-ide serta persoalan-persoalan mereka.

DISIPLINKANLAH DENGAN KASIH.
Semua anak butuh bimbingan dan pendisiplinan, bukan sebagai hukuman, melainkan untuk menetapkan batasan-batasan yang masuk akal. Ingatkanlah anak-anak Anda akan ganjaran perbuatan mereka dan berikanlah imbalan yang berarti atas perilaku yang diinginkan.

MODEL PERAN.
Para Ayah adalah model peran bagi anak-anaknya, entah mereka menyadarinya atau tidak. Seorang anak perempuan yang melewatkan waktu dengan Ayahnya yang penuh kasih tumbuh dengan pengetahuan bahwa ia pantas diperlakukan dengan hormat oleh anak-anak lelaki, dan apa yang harus dicarinya dalam diri seorang suami. Para Ayah dapat mengajari putera-puteranya apa yang penting dalam kehidupan ini dengan mendemonstrasikan kejujuran, kerendahan hati, dan tanggung jawab.

JADILAH GURU.
Terlalu banyak Ayah yang menganggap bahwa mengajar adalah urusan orang lain. Namun seorang Ayah yang mengajari anak-anaknya tentang yang benar dan yang salah serta mendorong mereka untuk melakukan yang terbaik akan melihat anak-anaknya mengambil pilihan yang baik.

MAKANLAH BERSAMA-SAMA KELUARGA.
Makan bersama-sama (sarapan, makan siang, atau makan malam) bisa menjadi bagian penting dari kehidupan keluarga yang sehat. Selain memberikan struktur pada hari yang sibuk, ini juga memberi anak-anak peluang untuk membicarakan apa yang sedang mereka kerjakan dan apa yang ingin mereka kerjakan.

BACAKANLAH CERITA BAGI ANAK-ANAK ANDA.
Mulailah membacakan cerita bagi anak-anak semenjak mereka masih kecil. Setelah mereka lebih besar, doronglah mereka untuk membaca sendiri. Menanamkan kecintaan untuk membaca adalah salah satu cara terbaik untuk memastikan anak-anak Anda mengalami pertumbuhan pribadi maupun karir seumur hidup.

PERLIHATKANLAH KASIH SAYANG ANDA.
Anak-anak butuh ketenteraman yang berasal dari mengetahui bahwa mereka diinginkan, mereka diterima, dan dikasihi oleh keluarga. Orangtua, terutama para Ayah, perlu membiasakan diri merangkul anak-anaknya. Memperlihatkan kasih sayang setiap harinya adalah cara terbaik untuk memberitahu mereka bahwa Anda sayang kepada mereka.

SADARLAH BAHWA TUGAS SEBAGAI AYAH TIDAK PERNAH SELESAI.
Bahkan setelah anak-anak besar dan siap meninggalkan rumahpun, mereka akan tetap mencari hikmat serta nasihat dari Ayahnya. Entah soal meneruskan pendidikan, pekerjaan baru, atau pernikahan, para Ayah terus memainkan peran penting dalam kehidupan anak-anak mereka sementara mereka bertumbuh dan, mungkin, menikah dan membangun keluarga sendiri.



Sumber : e-artikel, http://www.rehobot.net

Lebih Lanjut.... »»

Senin, 30 Maret 2009

10 Hal Jitu Mendapatkan & Mempertahankan Persahabatan

Pernah dengar tembang That’s what friends are for, yang dilantunkan Dionne Warwick kan? Lirik lagu yang pernah sangat ngetop di tahun 80-an itu, kayaknya pas untuk menggambarkan betapa pentingnya sebuah persahabatan.

Sahabat itu memang bukan sekadar menjadi teman curhat, teman gaul, tapi juga teman kita di segala suasana, suka maupun duka. Nggak heran, saking pentingnya, maka harga persahabatan itu tak bisa ditawar-tawar. Bahkan tidak pernah bisa tergantikan.

Itulah kenapa tidak sedikit orang yang mengaku menjalin sebuah pertemanan itu sulit, apalagi membangun persahabatan yang diyakini lebih kental unsur kedekatannya itu. Padahal, upaya dan inisiatif mereka dalam membangun persahabatan, tidak bisa dikatakan sembarangan. Bukan cuma rajin menelepon atau mengundang main ke tempat kos, tapi ada juga yang sampai memenej waktu sedemikian rupa agar bisa kursus bahasa Jepang bersama-sama. Kalau begitu, dimana letak kesalahnnya?
Mungkin nggak ada yang salah. Tapi, untuk mendapat sahabat sejati itu memang perlu bersabar. Hal terpenting adalah tidak memaksakan kehendak. Biarkan benih kebersamaan muncul dan tumbuh secara alami. Ada baiknya juga untuk berpegang pada filosofi To have a friend, be a friend. Artinya, bila ingin mendapatkan sahabat, maka Anda harus menjadi sahabat bagi orang itu.
Selain berpegang pada filosofi itu, guna mendapatkan kualitas persahabatan yang solid, Anda bisa mengikuti beberapa langkah berikut ini:

1. Jadilah diri sendiri. Jika Anda percaya kalau diri Anda cukup worthy bagi sebuah persahabatan, maka sikap dan perilaku Anda akan terlihat dari segala hal yang Anda lakukan. Nah, banyak orang yang merasa nyaman dan berpikir positif bila berkawan dengan mereka yang memiliki rasa percaya diri yang cukup baik.

2. Loyal. Sifat loyal merupakan salah satu pilar utama dalam sebuah persahabatan yang solid. Bagaimana tidak. Anda tentunya ingin dipercaya dan bisa mempercayai sahabat Anda bukan? Pun Anda tentu ingin sahabat Anda tetap bersama Anda di saat Anda tengah dalam kesulitan, begitu juga sebaliknya. Untuk itulah dibutuhkan yang namanya rasa setia.

3. Tidak anti kritikan. Sahabat yang sebenarnya konon adalah mereka yang tidak cuma rajin memuji tapi gemar pula memberi kritikan positif. Untuk itu Anda tak perlu anti dengan kritikan mereka karena toh tujuannya demi kebaikan Anda juga bukan?

4. Ringan tangan. Sahabat Anda akan sangat menghargai segala kebaikan dan pertolongan yang Anda berikan. Terlebih jika Anda melakukannya dengan ketulusan hati tanpa embel-embel sesuatu dan tanpa harus diminta olehnya.

5. Fair-minded. Sebagai sahabat, tentunya akan lebih baik jika Anda menelaah sebuah persoalan bersama dari sudut pandang yang berbeda. Cara tersebut kemungkinan akan lebih cepat menyelesaikan permasalahan.

6. Mau mendengar. Dalam menjalin persahabatan, Anda sebaiknya bukan cuma asal mendengar curhat-nya, tapi cobalah untuk memberikan perhatian dan jangan memonopoli pembicaraan.

7. Jangan gunakan teman Anda sebagai penasihat pribadi. Kenapa? Dikit-dikit, curhat, pasti bikin Anda jadi teman yang membosankan. Lain halnya bila Anda telah bertanya pada sahabat Anda apakah ia mau mendengarkan masalah Anda.

8. Berbagi kebahagiaan dengan sahabat. Jangan cuma waktu curhat saja Anda ingat teman, tapi waktu lagi bahagia juga perlu.

9. Jangan lupa ultah teman. Mengingat hari-hari khusus teman adalah keharusan. Kirim kartu atau bunga, untuk menunjukkan bahwa sahabat Anda bernilai besar.

10. Tunjukkan bahwa Anda memikirkan dia ketika Anda tidak bersamanya. Caranya macam-macam, bisa kirim kartu, e-mail, SMS, atau tinggalkan pesan di teleponnya, bila tidak sempat bertemu. Atau, bisa juga Anda kirim artikel dari majalah yang dia sukai



Sumber : http://mansur12.wordpress.com

Lebih Lanjut.... »»

Minggu, 29 Maret 2009

Membahagiakan Orang Lain

Ada seorang pemuda terkena penyakit yang mengharuskan usus kecilnya dipotong sepanjang satu meter.
Setelah operasi dilakukan, ternyata penyakit yang dideritanya tidak juga hilang. Operasi itu dilakukan sekedar membuang bagian ususnya yang sudah rusak.


Selama proses penyembuhan dari operasi, pemuda itu harus berpuasa selama 10 hari. Tidak makan dan tidak minum. Dia mendapatkan cairan tubuhnya hanya dari infus. Sesudah itu barulah dia bisa menerima minuman dan setelah beberapa hari kemudian mulai bisa makan makanan cair.

Selama berpuasa setelah operasi, saat masih terbaring di rumah sakit, istrinya menghubungi saya dan menceritakan keadaan suaminya. Lewat istrinya saya menganjurkan agar pemuda itu mengembangkan pikiran yang penuh cinta kasih.

Setelah keluar dari rumah sakit, pemuda itu datang menemui saya. Dia mengatakan bahwa saat terbaring di rumah sakit - saat merasakan kesakitan yang besar dan merasa sedih karena ternyata penyakitnya tidak bisa disembuhkan - sulit bagi dirinya untuk mengembangkan pikiran penuh cinta kasih.

Dia berkata "Saya sendiri sangat membutuhkan pertolongan. Keadaan saya sangat buruk. Bagaimana mungkin saya bisa mengembangkan pikiran cinta kasih? Bukankah saya sendiri yang sebenarnya harus dikasihani?"

Saya berkata, "Sejak Anda mulai memikirkan diri sendiri, sejak Anda mulai menuntut, maka pada saat itulah Anda mulai merasa menderita. Sebaliknya, sejak Anda mulai memikirkan orang lain, mengharapkan orang lain bahagia, justru pada saat itulah Anda mulai merasa bahagia. Dengan mengembagnkan pikiran penuh cinta kasih, saya berharap semoga penderitaan yang Anda rasakan bisa berkurang."

Pemuda-pemudi ketika masih berpacaran, mereka sangat memperhatikan pasangannya. Mereka berusaha saling membahagiakan pasangannya. Oleh karena ingin membahagiakan pasangannya, perasaan mereka dipenuhi kebahagiaan. Tetapi setelah menikah, biasanya mereka mulai banyak berharap kepada pasangannya.

Mereka menuntut pasangannya untuk ini dan itu, menuntut pasangannya untuk bersikap begini dan begitu. Ketika mereka mulai memikirkan diri sendiri dan mulai banyak menuntut, pada saat itulah penderitaan mulai datang.

Penderitaan datang saat kita menuntut orang lain untuk membahagiakan kita. Sebaliknya, kebahagiaan datang justru saat kita ingin membahagiakan orang lain.




Dikutip dari buku : Bersahabat Dengan Kehidupan – Sri Pannyavaro)
sumber : http://www.kaskus.us, http://www.klinikrohani.com
Lebih Lanjut.... »»

Sabtu, 28 Maret 2009

Keindahan Tangan Seorang Ayah

Suatu ketika, ada seorang anak perempuan bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya....


Anak itu bertanya kepada Ayahnya ketika sedang santai di beranda:

"Ayah , mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?"

Ayahnya menjawab : "Sebab aku Laki-laki." Itulah jawaban Ayahnya.

Anak itu berguman : " Aku tidak mengerti."

Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan :

"Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki." Demikian bisik Ayahnya, membuat anak itu tambah kebingungan.

Karena penasaran, kemudian anak itu menghampiri Ibunya dan bertanya :

"Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?"

Ibunya menjawab:"Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar-benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian." Hanya itu jawaban Sang Bunda.

Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran. Hingga pada suatu malam, anak perermpuan itu bermimpi. Di dalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini.

"Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman teduh dan terlindungi. "

"Ku-ciptakan bahunya yang kekar & berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya & kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya. "

"Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. "

"Kuberikan Keperkasaan & mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya & yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya."

"Ku berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat & membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. "

"Ku berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai & mengasihi keluarganya, didalam kondisi & situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi & mengasihi sesama saudara."

"Ku-berikan kebijaksanaan & kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan & menyadarkan, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani. & bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar & saling melengkapi serta saling menyayangi."

"Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari & menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia & badan yang terbungkuk agar dapat membuktikan, bahwa sebagai laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya. "

"Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai Pemimpin keluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di Dunia & Akhirat."

Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut & berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayahnya. "AKU MENDENGAR & MERASAKAN BEBANMU, AYAH."

Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ayah.

Berbahagialah yang masih memiliki Ayah. Dan lakukanlah yang terbaik untuknya.

Berbahagialah yang merasa sebagai ayah. Dan lakukanlah yang terbaik buat keluarga kita.


With Love to All Father

Sumber : pancaroba.com, http://www.klinikrohani.com




Lebih Lanjut.... »»

Selasa, 10 Maret 2009

Wanita Sexy ...

Nggak mau munafik..saya dan pria manapun bila melihat sosok wanita muda melintas, para pria sesibuk apapun..bahkan dibalik kemudi kendaraan, selalu menyempatkan diri untuk menoleh..dan tak jarang mereka bergumam sendiri," ehm..seksi banget tuh.. cewek".
Dan, ketika mendengar kata seksi, bagian otak kanan kaum Adam akan mengilustrasikan wanita dengan bentuk tubuh..yang semlohee.
Memang, sampai sekarangpun, image seksi tetap tak bisa lepas dari persepsi bentuk tubuh yang aduhai, payudara yang indah atau bokong yang sempurna.



Wanita seksi seperti apa?

Seperti apa Wanita Seksi itu? jawabannya bakalan macam-macam. Banyak juga yang pikirannya langsung mengarah ke Sandra dewi, charisa putri, luna maya, sarah azhari, atau dewi persik.. mungkin..
Yups.. tiap orang punya opini yang berbeda tentang ‘that Girl is HOT or NOT??’
seksi itu menawan, seksi itu penuh pesona. Seksi itu menggairahkan. Seksi itu slrrppp…
Ada yang gak cantik tapi punya innear beuty yang luar biasa hingga meng-cover mukanya yang pas-pasan. Aura seksi pun keluar dengan sendirinya. Banyak juga yang cantik tapi angkuh bukan main, gayanya selangit. Akhirnya yang melihat jangankan terpesona, yang ada malahan mo muntah.

Kapan Wanita Terlihat Seksi Di Mata Pria?

1. Saat tersenyum dan saling memandang. Menurut penelitian di Universitas Scotland, saat wanita tersenyum tulus sambil memandang mata seorang pria, wajah akan terlihat dua kali lebih menarik daripada saat memandang pria namun minus senyuman. Pandangan mata penuh arti yang disampaikan juga menjadi penyampai pesan yang efektif. Saat pria menerima pesan, jantungnya pun berdegup lebih kencang.

2. Saat menggunakan bahasa tubuh . Menurut studi yang dilakukan psikolog Monica Moore, Ph.D, dari Webster University pada tahun 1985, terungkap bahwa wanita bisa jadi perayu ulung hanya dengan menggunakan bahasa tubuh. Misalnya saja memilin rambut atau membasahi bibir. Para pria dalam studi Moore tersebut mengaku bisa menangkap arti dari bahasa tersebut tersebut dan menganggapnya sangat seksi.

Tapi, bagaimana jika kita termasuk pemalu? Pilihlah zona nyaman Anda, misalnya jika Anda merasa nyaman berada di kafe langganan, toko buku favorit, jangan ragu untuk melemparkan sinyal di tempat ini. Menggunakan bahasa tubuh yang menggoda pada satu pria juga lebih "aman" ketimbang di keramaian.

3. Saat tak terlihat kurang makan
Lupakan obsesi untuk memiliki tubuh indah ala para model karena ternyata pria tak terlalu menyukainya. Penelitian yang dilakukan para ahli dari Universitas Texas menunjukkan para pria lebih memilih wanita dengan badan yang sedang, tak gemuk tak kurus. Menurut Devendra Singh, psikolog, pilihan para pria tersebut adalah hal alami yang dipengaruhi oleh psikologi evolusi. Manusia memiliki insting purba untuk bertahan hidup dan reproduksi. Dan, wanita-wanita bertubuh sedang bahkan agak gemuk dianggap bertubuh sehat dan lebih subur.

4. Saat sedang masa subur. Saat sedang berada di masa subur atau saat sel telur keluar (ovulasi), akan terlihat lebih seksi di mata pria. Kapankah saat ovulasi? Biasanya di pertengahan siklus haid, sekitar hari ke-14 sampai ke-16 dihitung dari hari pertama menstruasi. Mengapa sel telur bisa memengaruhi penilaian pria? Bukti ilmiah menunjukkan, kadar esterogen yang naik sebelum ovulasi, kulit akan terlihat lebih kenyal dan bersinar. Selain itu, tubuh juga mengirimkan sinyal: ini waktunya membuat bayi.

5. Pada Saat adalah wanita yang ia cintai. Semakin pria mencintai wanita, makin seksi pula wanita itu di matanya. Penelitian juga telah menunjukkan, semakin kita kenal, suka, dan menghargai seseorang, makin menariklah ia secara fisik.


Dari berbagai sumber dan tulisan

Lebih Lanjut.... »»

Senin, 23 Februari 2009

PEtuah Bijak: JEJAK KAKI

Semalam aku bermimpi sedang berjalan menyisir pantai bersama TUHAN.Dicakrawala terbentang kehidupanku.Pada setiap adegan aku melihat dua pasang jejak kaki dipasir,
sepasang jejak kakiku dan sepasang lagi jejak kaki TUHAN.



Setelah adegan terakhir dari kehidupanku,terhampar dihadapanku,aku menoleh kebelakang melihat jejak kaki dipasir.Aku memperhatikan bahwa berkali-kali sepanjang jalan hidupku,terutama pada saat-saat paling gawat dan mencekam,hanya terdapat sepasang jejak kaki saja.

Hal ini benar-benar membuat aku sangat kecewa,maka aku bertanya kepada TUHAN,TUHAN,dimanakah Engkau?

Engkau mengatakan bila aku memutuskan untuk mengikut Engkau,Engkau akan berjalan bersama aku sepanjang jalan hidupku.Namun aku memperhatikan bahwa pada saat-saat paling gawat dan beban berat menindas hidupku,hanya terdapat sepasang jejak kaki saja,dan aku tidak mengerti mengapa pada saat aku membutuhkan Engkau,justru Engkau meninggalkan aku.

TUHAN menjawab ; Anak-Ku,engkau sangat berharga dimata-Ku,Aku sangat mengasihi engkau dan Aku tidak akan meninggalkan engkau.Pada waktu engkau dalam bahaya dan dalam penderitaan,engkau hanya melihat sepasang jejak kaki saja,karena pada waktu itu Aku menggendong kamu.

Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai putih rambutmu Aku menggendong kamu.Yesaya 46:4

Indah rencanaMu Tuhan didalam hidupku,
walau ku tak tau dan ku tak mengerti
semua jalanMu. Dulu ku tak tau Tuhan,berat kurasakan, hati menderita dan ku tak berdaya menghadapi semua. Tapi ku mengerti sekarang, Kau tolong padaku, kini kumelihat dan ku merasakan indah rencanaMU.

dan ketika kita mengenal Tuhan dengan sangat baik,kita dapat membedakan mana yang baik!.serta segala Ketakutan kita jika kita tidak diubahkan melampaui kesakitan kita ketika kita berhadapan dengan kebenaran.

sumber: Kalam Hidup
Nb : dengan kata lain Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita walau sesusah apaun hidup kita dan Tuhan tdak akan pernah memberi cobaan yang melampaui kemam[uan kita dan bersandarlah kepada Tuhan akan hidup dan kehidupan kita.Amin
Lebih Lanjut.... »»

Minggu, 22 Februari 2009

ARTI CINTA DAN PERNIKAHAN

Suatu ketika seorang murid bertanya kepada gurunya, Guru, apakah arti cinta…? dan apa artinya pernikahan…?
Guru tersebut menjawab, Di depanmu ada sebuah taman, berjalanlah tanpa menoleh ke belakang dan carilah bunga yang paling indah, jika sudah kau dapatkan segeralah kembali.

Kemudian berjalanlah sang murid menyusuri taman tersebut, mencari dan terus mencari.
Sang guru telah menunggu cukup lama akhirnya mendapati muridnya datang dengan tangan kosong, Sang guru bertanya, Kenapa engkau tidak membawa apa-apa?
Murid tersebut menjawab, Di tengah perjalanan aku sudah menemukan sekuntum bunga yang indah namun aku berpikir di depan sana pasti masih ada yang lebih indah maka dari itu aku tidak mengambilnya dan tanpa kusadari aku telah melewati taman tersebut tanpa mendapati apa-apa.
Kemudian sang Guru berkata, Itulah arti cinta
Lalu si murid bertanya kembali, Bagaimana dengan arti pernikahan…
Kemudian sang Guru berkata, Sekarang cobalah berjalan melalui taman di belakangmu itu dan carilah kembali bunga yang paling indah di dalamnya.
Tanpa berpikir panjang si murid berjalan memasuki taman yang berhadapan dengan taman sebelumnya. Namun si murid kembali dengan cepatnya dengan membawa sekumtum bunga yang jika dilihat bunga tersebut biasa-biasa saja, kemudian diperlihatkannya bunga tersebut kepada sang Guru.
Sang Guru bertanya, Kenapa cepat sekali engkau kembali padahal aku baru melihatmu memasuki taman lalu kembali lagi ke sini dan menurutku bunga ini biasa-biasa saja tidak terlalu indah menurutku?
Murid menjawab, Aku takut kalau aku tidak akan mendapatkan bunga lagi di depan dan jika di depan sana masih banyak terdapat bunga, aku takut kalau bunga-bunga di depan sana tidak ada yang seindah bunga ini, maka dari itu aku ambil bunga ini dan lalu kembali.
Sang Guru hanya tersenyum dan berkata, “Itulah arti pernikahan…”

Nasehat:
Terkadang kita terlalu memilih-milih seseorang yang akan jadi pasangan kita dan tanpa kita sadari mungkin saja kita telah melewatkan orang yang tepat untuk mendampingi kita.
Terkadang kita selalu melihat kekurangan yang ada pada pasangan kita tanpa mau menyadari mungkin tidak ada lagi seseorang yang lebih baik seperti dia di dunia ini.
Selalulah berpikir bahwa pasangan kita saat ini adalah yang terbaik bagi kita. Manusia adalah makhluk yang tidak sempurna, kesempurnaan hanyalah milik Allah semata.

Dikutip dari: http://meteoroid.wordpress.com
Lebih Lanjut.... »»

Jumat, 20 Februari 2009

10 Proses Pengolahan Tubuh Manusia Setelah Mati

Semua mahluk hidup pasti meninggal. Manusia punya beberapa cara untuk menghadapi kematian. Dikubur adalah hal paling biasa. Namun ada sejumlah cara dilakukan terhadap tubuh manusia setelah mereka meninggal. Mulai dari dibekukan, dibakar, digantung di pohon, sampai dibiarkan dimakan binatang liar. Berikut 10 cara manusia memperlakukan tubuhnya setelah mereka meninggal yang pernah ada di muka bumi.

1. Dimumikan.

Mumi di zaman Mesir purba bisa jadi adalah jenis mayat paling popular. Proses ini melibatkan pengosongan seluruh organ tubuh termasuk otak yang konon ditarik dari lubang hidung (wow!). Setelah isi tubuh mayat kosong, lantas diisi dengan materi kering seperti pasir dan dibungkus dengan kain linen. Orang Mesir percaya bahwa dengan dibuat mumi maka jiwa si meninggal akan mengalami perjalanan sesuah kematian.

2. Krionik

Kabar bahwa tubuh Walt Disney dibekukan memang masih jadi legenda urban. Tapi ilmu krionik memang sungguhan ada. Ini adalah proses pembekuan mayat. Setelah dikeringkan, tubuh si mati disimpan dalam nitrogen cair untuk mencegah kerusakan. Kelamaan tubuh ini membeku persis es.

3. Kremasi.

Orang Bali masih terus melakukan proses pembakaran mayat ini. Perbedaan dengan kebanyakan kremasi di belahan dunia lain, di Bali dilakukan lengkap dengan seremoni karnaval yang meriahm bahkan menjadi objek pariwisata.

4. Plastinasi.

Proses ini bisa dilihat hasilnya jika kita berkunjung ke sejumlah museum. Adalah ilmuwan Jerman Gunther von Hagens yang mengembangkannya. Plastinasi adalah memotong tubuh si meninggal menjadi beberapa bagian, membalsemnya dengan cairan pengeras dan meletakkan tubuh menjadi beberapa posisi.

5. Pemakaman di gua.

Ini merupakan proses penyimpanan mayat yang sudah dikenal sejak masa Neandhertal, sekitar 100.000 tahun silam. Banyak mayat dijumpai di gua-gua sepanjang Eropa dan Timur Tengah. Menurut kepercayaan, gua yang gelap dan misterius merupakan tempat yang baik agar jiwa si mati bisa melakukan perjalanan ke dunia lain. Di Indonesia, kita bisa menjumpainya di Toraja.

6. Dilumuri lumpur

Di abad pertengahan, para petualang yang meninggal di Eropa Utara akan disemayamkan dengan cara dilumuri lumpur. Lumpur ini mengandung bahan kimia yang ternyata mampu melindungi tubuh si meninggal sehingga bertahan lama dari kebusukan. Ini sangat menguntungkan para pakar arkeologi sehingga sekian ribu tahun kemudian mereka menemukannya masih dalam kondisi cukup baik untuk diteliti.


7. “Diterbangkan”

Menurut orang Tibet, jiwa ornag mati akan terbang. Maka mereka mencoba menguburkan mayar di celah pegunungan yang tinggi dan dibiarkan dimakan burung pemakan bangkai. Bahkan ada yang melumuri mayat dengan gandung dan susu agar makin lezat dan mayat itu langsung tandas dimakan burung.

8.Dikapalkan

Orang Viking terkenal sebagai bangsa pelaut. Mereka sedemikian memuja laut sehingga saat meninggal tubuh orang Viking di masa abad pertengahan akan “dikapalkan”. Jika berasal dari kalangan berada, si meninggal akan “dikapalkan” dalam kapal mewah lengkap dengan makanan, perhiasan, senjata dan bahkan hewan piaraan dan budak. Kapal ini akan ditenggelamkan.

9. Makam di pohon

Sejumlah suku asli di banyak bagian dunia meyakini bahwa jiwa orang mati akan menuju ke atas, bukan ke bawah. Maka jangan heran jika mereka menaruh tubuhnya di tempat tinggi seperti pohon. Pribumi di Australia, Siberia, dan British Columbia memakamkan orang meninggal di pohon. Sebelumnya mayat akan dibungkus dengan kain lalu mengereknya ke ranting pohon teratas.

10. Menara kebisuan

Penganut Zoroaster percaya bahwa tubuh manusia itu penuh kekotoran dan tidak layak bersatu dengan tanah. Maka mereka tidak mau mengubur atau membakar tubuh orang yang meninggal. Mereka menganut seremoni “menara kesunyian”, dimana si meninggal akan diletakkan di dataran tinggi gunung dan dibiarkan musnah sendiri dimakan hewan liar atau mikroba. Ketika sisa tubuh sudah kering, akan dilumuri dengan kapur.

Oleh : Merry Magdalena dan Diterjemahkan secara bebas dari www.LiveScience.com
Lebih Lanjut.... »»

Sabtu, 31 Januari 2009

Valentine’s Day- Dalam Pandangan Berbagai Kalangan

Untuk muda-mudi generasi penerus, tulisan ini akan memaparkan sedikit panjang lebar tentang CINTA, yang ternyata eksploitasi cinta tanpa tuntunan agama akan bermuara kepada pergaulan seks bebas dan merusak tatanan , bahkan eksploitasi cinta akan dapat menggiring pelakunya ke sikap pendewaan cinta yang akhirnya akan dapat menggiring seseorang kepada kesyirikan yang tidak disadarinya.

Kali ini akan kita kupas tentang Valentine yang secara kebetulan perkembangannya paralel dengan eksploitasi cinta, seks bebas dan materialisme. Tahun demi tahun hiruk-pikuk valentine makin bertambah instensitasnya, dahulu hanya muda-mudi kota-kota besar seperti Jakarta yang mengenal Valentine dan merayakannya, kini sudah mulai merambah ke muda-mudi desa-desa kecil yang ada di Indonesia ini, Valentine tidak saja dikenal oleh para remaja tetapi juga sudah dikenal dan dirayakan oleh anak-anak SD.

Dari sudut pandang ke-Islam-an, ternyata Valentine adalah sebuah perayaan yang harus dijauhi oleh para muda-mudi dan anak-anak muslim dan muslimah, dan sebaiknya para orang tua memberikan informasi kepada anak-anaknya bahwa Valentine bertentangan dengan nilai-nilai ke-Islam-an, memang bukan merupakan hal yang mudah karena sesungguhnya kita berhadapan dengan arus modernisme yang telah mengglobal dan salah kaprah. Opini tidak ketinggalan zaman dan tidak gaul bila tidak merayakan Valentine adalah salah satu kendalanya, namun dengan cara yang baik dan informasi yang akurat, Semoga informasi tersebut akan menjadi nasehat yang akan mudah untuk diikuti dan ditaati.

Untuk itu dalam kajian ini, akan dikupas tentang Valentine sedikit panjang lebar agar kita mendapatkan informasi yang komprehensif1 dan akurat sehingga kita dapat mensikapi hiruk-pikuk Valentine yang tahun-demi-tahun harus kita akui memang telah bertambah intensitasnya.
dalam postinga sebelumnya sudah diterangkan tentang sejarah valentine dan dipostinga ini kita tidak membahas lg sejarah itu tapi lebih menuju kepada pandangan beberapa kalanga dan agama terhadap hari valentine tersebu.Apakah pandangan itu??????

PANDANGAN ISLAM TENTANG VALENTINE

Dari uraian sejarah Valentine dan hubungannya dengan peradaban Barat saat ini dapat diringkas bahwa Valentine merupakan :

Ritual yang bersumber dari Kristen yang dikukuhkan oleh Paus Galasius untuk mengenang orang suci Kristen yaitu Santo Valentine dan Santo Marius.

Ritual orang-orang Romawi kuno yang pagan (penyembah berhala) untuk memperingati dewi Juno yaitu ratu dari segala dewa-dewi bagi perempuan dan perkawinan ( dewi cinta).Ritual bangsa Eropa pada abad pertengahan untuk mencari jodoh.
Media Barat untuk mengkokohkan cengkraman peradaban Barat.,

Dari keempat jatidiri Valentine tersebut, tidak satupun yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam, alasannya :

Pertama, Valentine merupakan ritual keagamaan yaitu agama Kristen, sehingga Valentine merupakan ibadah bagi agama Kristen, bukti bahwa Valentine sebagai ritual agama Kristen adalah ritual Valentine tersebut dikukuhkan oleh seorang Paus yaitu Paus Galasius untuk memperingati dua orang yang diberi gelar orang suci oleh orang-orang Kristen. Bagi Muslim mengikuti Valentine tersebut adalah sama dengan mengikuti peribadatan orang Kristen, di samping itu ada bahaya yang lain yaitu sinkretisasi antara agama Islam dan Kristen, Allah I telah memerintahkan kita untuk tidak mencampuradukkan ajaran agama Islam dengan ajaran agama manapun termasuk Kristen :
Bagimu agamamu, bagiku agamaku. QS. 109:1-6

Kedua, Valentine untuk memperingati/memuja dewi Juno adalah ritual yang dilakukan oleh orang-orang romawi Kuno yang menyembah berhala/dewa, sehingga mengikuti ritual ini dapat bernilai kesyirikan seperti yang dilakukan oleh orang-orang Romawi Kuno yang menyembah berhala.
Bedakan diri kalian dari orang-orang Musyrik. HR. Bukhari-Muslim

Ketiga, Valentine sebagai sarana untuk mencari jodoh oleh orang-orang Eropa, mereka bertahayul bahwa kasih sayang akan mulai bersemi pada tanggal 14 Pebruari, tahayul adalah salah satu bentuk kesyirikan, sehingga haram hukumnya bagi umat Islam untuk mengikutinya.

Keempat, Valentine sebagai media barat telah diakui daya rusaknya terhadap tatanan masyarakat timur apalagi Islam, mengiktui Valentine bukan saja sekedar pesta untuk menyatakan kasih sayang, tetapi juga pesta yang mau-tidak-mau harus mengikutkan budaya yang lainnya, pergaulan bebas, fashion, pakaian minim, ciuman antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya, hidup glamour, materialistis, dansa-dansa, mengumbar nafsu dan lain-lain.
Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, ia akan termasuk golongan mereka. HR. Ahmad

Tidak dapat dipungkiri lagi, Valentine adalah salah satu pintu masuk untuk menjadi sama dengan mereka.

Itulah jatidiri Valentine dan kedudukannya terhadap agama Islam, banyak para muda-mudi yang mengikuti Valentine hanya sekedar ikut-ikutan dan tidak mengetahui apa dan bagaimana Valentine yang sesungguhnya, mereka ikut hanya karena pernah melihat ada yang jualan kartu Valentine atau menerima kartu valentine, atau karena pernah diajak temannya ikut acara Valentine, atau karena pernah melihat propaganda Valentine di majalah-majalah, tv, film dan lain sebagainya, terhadap sikap para muda-mudi yang mengikut saja terhadap apa yang tidak diketahuinya, Allah SWT telah memberikan peringatan :

Dan janganlah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. QS. 17:36

Padahal para muda-mudi gaul sering berkata untuk memberi kesan/nilai negatif kepada temannya dengan perkataan ?sok tahu lu? ternyata mereka sendiri terhadap Valentine juga sok tahu.

Pandangan Teologis.

Valentine’s Day sebenarnya lahir di kota Roma. Awalnya, ketika musim tanam tiba, diadakan perayaan untuk mengungkapkan ucapan syukur kepada Sang Pencipta. Secara budaya – komunitas masyarakat yang agraris itulah yang memulai hingga akhirnya kebiasaan tersebut menjadi awal dari ide di gelarnya festival. Ternyata perayaan tersebut, memperoleh sambutan yang cukup luas.

Secara historis di Zaman Roma Kuno, hubungan antara pria dan wanita sangat dibatasi dan sulit untuk bertemu. Pada kesempatan acara festival itulah, kaum pria dan wanita memiliki peluang untuk bertemu dan saling mengenal satu dengan lainnya. Salah satu permainan yang menjadi idola yaitu memilih pasangan yang tidak diduga sebelumnya dengan cara diundi. Kalau kita bayangkan hampir sama dengan permainan petak umpet yang sulit kita duga sebelumnya. Tetapi itulah hal yang menarik, karena pasangan yang tak terduga dapat saja terjadi. Dari pasangan itulah, mereka berdua dapat mengekspresikan cinta sesaat dengan bahasa bunga.

Sebenarnya komunitas yang terjadi pada waktu itu, lebih didasari pada ungkapan syukur pada alam semesta. Adapun simbol ucapan syukur itu ditujukan pada dewa-dewi yang telah memberinya kehidupan yang membahagiakan. Namun, nilai-nilai itu kemudian terkikis dengan berkembangnya agama Kristen.

Valentine adalah sebuah nama. Secara simbolis Valentine dijuluki sebagai ”Saint”. Dengan nuansa yang lebih agamis, untuk mengagungkan cinta dan mengungkapkannya tidak hanya pada kehidupan alam semesta saja. Melainkan, keberadaan manusia jauh lebih penting dan pada sang pencipta sajalah – mutlak hal itu ditujukan. Jadi bukan pada dewa- dewi.

Di kalangan bangsawan Eropa hari Valentine menjadi hal yang rutin dirayakan lewat pesta-pesta dan pemberian hadiah yang sifatnya pribadi. Penyair Inggris yang sangat terkenalpun Geoffrey Chaucher ikut simpati untuk menyatakan valentine sebagai hari cinta yang sejati yang dilambangkan sebagai burung merpati.

Di akhir abad 19, kartu Valentine dan bunga diproduksi secara massal dan menjadi simbol hari Kasih Sayang. Hingga sekarang, perkembangan itu semakin meluas dan tidak dapat dibendung oleh waktu dan perjalanan zaman. Kasih bagi kehidupan manusia adalah sumber yang harus dipancarkan. Tanpa Kasih manusia akan kehilangan segala akal dan budi.

Secara kodrati dan imani, pada dasarnya manusia sangat membutuhkan Kasih Sayang sejak di kandungan ibunya. Hingga ia dewasa – pelukan Kasih Sayang tidak bisa dilepaskan dari kandungan ibu pertiwi, sehingga melahirkan komunitas baru yang dapat menghubungkan antar benua, negara, bangsa, suku, agama dan warna kulit serta perbedaan latar belakang budaya.
Manusia dilahirkan untuk mencipta dan memperbaharui kehidupan yang lama menjadi baru. Dan proses pencerahan itu, sangat bertalian erat dengan nilai-nilai teologis. Karena buah dari Kasih Sayang itu – meliputi batas empati kemanusiaan yang tidak dapat diukur dengan apapun. Hanya dengan getaran suara hati nurani, nilai persahabatan itu dapat terwujud dan dinyatakan. Mewakili akan hal itu, bahasa cinta mempunyai kandungan kasih yang sangat dalam.

Pandangan Umum tentang Valenine' Day

Sebagian masyarakat yang pro terhadap perayaan tersebut akan menyambut dan perayakannya dengan berbagai macam hiburan, mulai dari bagi-bagi kartu, rangkaian bunga, boneka, dan lain sebagainya. Sedangkan bagi mereka yang kontra terhadap perayaan itu akan mencibirnya, dan menyatakan bahwa perayaan itu tidak jelas sejarahnya, menjurus pada kemaksiatan, bid'ah, dan seterusnya. Begitulah, setiap tanggal 14 Februari, ada yang sibuk dengan perayaan Hari Valentine dan segala pernak-perniknya. Tapi, ada pula yang sibuk mencemoohnya dengan segala kekurangannya. Terlepas dari pro dan kontra mengenai perayaan ini, di mana pada kali ini Hari Valentine dirayakan di tengah kepungan bencana yang terus melanda negeri ini, patut kiranya jika kita meninggalkan segala macam perselisihan yang sekiranya menjurus pada perpecahan antarsaudara, agama, ras, suku, budaya dan antargolongan. Apalagi sampai mengganggu instabilitas berbangsa dan bernegara. Marilah kita sama-sama belajar menyikapi perbedaan dengan arif dan bijaksana. Seperti yang selalu diteriakkan oleh mereka yang cinta damai. Hari Valentine biarkan berjalan dengan tenang tanpa cemoohan dan gangguan yang merugikan. Selama Hari Valentine ini dirayakan dengan tidak menyalahi koridor hukum, maka tidak pantas kita mencaci dan mencegahnya. Ingat, kita berpijak di negara hukum. Apalagi pada saat ini negara kita dilanda berbagai macam bencana. Artinya, kita jangan menambah bencana baru. Hari Valentine, yang menurut sebagian ahli sejarah berawal dari negara Eropa dan cenderung pada nuansa agama Kristen itu, telah menjalar ke berbagai negara. Dan tidak ada salahnya jika kita mendukungnya. Sebab, bagaimana pun Valentine akan terus dirayakan karena telah membudaya di sebagian penduduk dunia, tidak pandang agama atau golongan apa pun telah ikut merayakannya juga. Momentum Perdamaian Ada beberapa hal yang patut kita dukung dari perayaan tersebut. Pertama, seperti yang kita ketahui, Hari Valentine mempunyai makna kasih sayang. Nah, pada perayaan hari ini bisa menjadi satu momentum yang sangat tepat untuk menyuarakan kembali yel-yel kasih sayang, perdamaian, persaudaraan baik antarsuku, agama, ras, serta antarbangsa dan ne- gara. Adanya pertikaian seperti yang terjadi di Poso beberapa waktu lalu mengimplikasikan bahwa, antarsuku dan antarpenganut agama tidak ada rasa kasih sayang. Mereka cenderung menganggap golongan sendiri yang paling benar dan golongan lain salah. Sehingga perlu dihabisi. Begitu juga dari segi agama, mereka cenderung "mendewakan" agama sendiri. Sedangkan agama lain dianggap seperti setan yang harus dihancurkan. Pertikaian demi pertikaian akan terus berlanjut jika pandangan salah itu tetap dipelihara. Agama bukan lagi menjadi solusi terhadap permasalahan hidup manusia.
Sebaliknya, agama lahir menjadi bencana bagi manusia. Hal inilah yang perlu diluruskan oleh para tokoh agama. Pesan damai dan kasih sayang di an- tara masing-masing agama per- lu diinternalisasikan dalam di- ri penganut agama masing- masing. Sehingga kerukunan dan perdamaian antaragama akan tercipta sebagaimana yang diidealkan oleh agama masing- masing tersebut. Di samping itu, dialog antaragama perlu terus digalakkan, baik di tingkat lokal, regional, nasional maupun internasional. Hal itu, tentunya pula perlu dukungan sepenuhnya dari pe- merintah. Nah, Hari Kasih Sayang pada tanggal 14 Februari inilah salah satu mumentum menarik untuk mengajarkan dan menginternalisasikan kasih sayang dalam diri penganut agama masing- masing dan mengajarkan untuk saling menghargai perbedaan dalam keragaman. Kedua, di tengah gempuran bencana yang terus melanda negeri ini, Hari Valentine dapat menjadi sarana untuk menggalang masyarakat bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana, seperti, tsunami (Aceh), gempa bumi (Yogyakarta dan Jateng), banjir lumpur (Sidoarjo), dan akhi-akhir ini banjir (Jakarta).
Jadikanlah Valentine pada kesempatan kali ini, tidak hanya bersifat familialisme, yakni, sebatas antarpacar, kekasih, dan istri belaka atau golongan saja. Tetapi jadikanlah substansi makna Valentine secara universal, yaitu menyangi dan mengasihi saudara-saudara kita yang terkena bencana. Mereka butuh kasih sayang dari kita, mereka butuh uluran tangan kita, mereka butuh bantuan kita. Korban Bencana Marilah kita bersama pacar kita masing-masing, istri kita masing-masing, golongan kita masing-masing, bersama-sama membuat hadiah Valentine untuk mereka yang terkena mu- sibah. Kita sama-sama ikhlaskan hadiah yang dari pacar kita, suami atau istri kita, dari golongan-golongan kita, untuk diberikan kepada saudara-saudara kita yang terkena musibah tersebut. Baik berupa bunga dan boneka, itu bisa dipakai untuk mainan anak-anak yang mainannya hilang ditelan banjir. Atau berupa makanan, mereka tentunya lebih dan sangat membutuhkan makanan dari hadiah Valentine itu. Oleh karena itu, berikanlah hadiah Valentine itu buat mereka yang terkena bencana. Ketiga, lewat Hari Valentine ini, marilah kita juga maknai untuk sama-sama belajar memelihara, mencintai, menyayangi, dan mengasihi alam dan lingkungan di sekitar kita.
Kasus terjadinya banjir bisa jadi diakibatkan oleh ulah kita yang tidak mau memelihara fungsi-fungsi ekologis dan lingkungan. Seperti, membuang sampah di sungai-sungai dan diselokan alias bukan pada tempatnya. Sehingga, ketika hujan turun deras, air meluap dari sungai- sungai dan selokan-selokan yang tersumbat sampah tersebut. Dengan demikian, dalam kasus banjir seperti yang terjadi di Jakarta bisa jadi disebabkan masyarakat Jakarta yang membuang sampah secara sembarangan. Oleh karena itu, selain merayakan Hari Kasih Sayang antarsesama manusia, secara bersamaan perlu juga ditanamkan etos dan komitmen serta kesadaran untuk mencintai lingkungan dan memeliharanya. Karena, pada dasarnya lingkungan merupakan salah satu pendukung bagi kelangsungan hidup manusia. Jika lingkungan hanya terus dieksploitasi tanpa harus memikirkan akibatnya, maka konsekuensi yang akan ditanggung akan lebih besar. Salah satu contohnya adalah banjir dan tanah longsor. Akhirnya, pada perayaan Hari Valentine ini, pesan kasih sayang dari perayaan tersebut yang bersifat familialisme an sich, kita alihkan kepada yang lebih universal. Yaitu, mencintai lingkungan kita dan saudara-saudara kita sebangsa dan se- Tanah Air.

Dikutip dari berbagai sumber
Lebih Lanjut.... »»

Valentine's Day

Hari Valentine (bahasa Inggris: Valentine's Day), pada tanggal 14 Februari adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat. Asal-muasalnya yang gelap sebagai sebuah hari raya Katolik Roma didiskusikan di artikel Santo Valentinus. Beberapa pembaca mungkin ingin membaca entri Valentinius pula. Hari raya ini tidak mungkin diasosiasikan dengan cinta yang romantis sebelum akhir Abad Pertengahan ketika konsep-konsep macam ini diciptakan.

Hari raya ini sekarang terutama diasosiasikan dengan para pencinta yang saling bertukaran notisi-notisi dalam bentuk "valentines". Simbol modern Valentine antara lain termasuk sebuah kartu berbentuk hati dan gambar sebuah Cupido (Inggris: cupid) bersayap. Mulai abad ke-19, tradisi penulisan notisi pernyataan cinta mengawali produksi kartu ucapan secara massal. The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar satu milyar kartu valentine dikirimkan per tahun. Hal ini membuat hari raya ini merupakan hari raya terbesar kedua setelah Natal di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama ini juga memperkirakan bahwa para wanitalah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.
Di Amerika Serikat mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu diperluas dan termasuk pula pemberian segala macam hadiah, biasanya oleh pria kepada wanita. Hadiah-hadiahnya biasa berupa bunga mawar dan cokelat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan.

Sebuah kencan pada hari Valentine seringkali dianggap bahwa pasangan yang sedang kencan terlibat dalam sebuah relasi serius. Sebenarnya valentine itu Merupakan hari Percintaan, bukan hanya kepada Pacar ataupun kekasih, Valentine merupakan hari terbesar dalam soal Percintaan dan bukan berarti selain valentine tidak merasakan cinta.
Di Amerika Serikat hari raya ini lalu diasosiasikan dengan ucapan umum cinta platonik "Happy Valentine's", yang bisa diucapkan oleh pria kepada teman wanita mereka, namun jarang kepada teman pria lainnya. Kecuali kedua-duanya adalah kaum homoseksual.

Sejarah Hari Valentine


Perayaan Kesuburan bulan Februari

Asosiasi pertengahan bulan Februari dengan cinta dan kesuburan sudah ada sejak dahulukala. Menurut tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.

Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, sebuah perayaan Lupercus, dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Sebagai bagian dari ritual penyucian, para pendeta Lupercus meyembahkan korban kambing kepada sang dewa dan kemudian setelah minum anggur, mereka akan lari-lari di jejalanan kota Roma sembari membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Terutama wanita-wanita muda akan maju secara sukarela karena percaya bahwa dengan itu mereka akan dikarunia kesuburan dan bisa melahirkan dengan mudah.

Hari Raya Gereja

Menurut Ensiklopedi Katolik (Catholic Encyclopaedia 1908), nama Valentinus paling tidak bisa merujuk tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda:
1. seorang pastur di Roma
2. seorang uskup Interamna (modern Terni)
3. seorang martir di provinsi Romawi Africa.

Koneksi antara ketiga martir ini dengan hari raya cinta romantis tidak jelas. Bahkan Paus Gelasius I, pada tahun 496, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir-martir ini namun hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo Valentinus. Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.

Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus dia Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836. Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak-arak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi. Pada hari itu sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta.

Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santa yang asal-muasalnya bisa dipertanyakan dan hanya berbasis legenda saja. Namun pesta ini masih dirayakan pada paroki-paroki tertentu.


Valentinius

Guru ilmu gnostisisme yang berpengaruh Valentinius, adalah seorang calon uskup Roma pada tahun 143. Dalam ajarannya, tempat tidur pelaminan memiliki tempat yang utama dalam versi Cinta Kasih Kristianinya. Penekanannya ini jauh berbeda dengan konsep ... dalam agama Kristen yang umum. Stephan A. Hoeller, seorang pakar, menyatakan pendapatnya tentang Valentinius mengenai hal ini: "Selain sakramen permandian, penguatan, ekaristi, imamat dan perminyakan, aliran gnosis Valentinius juga secara prominen menekankan dua sakramen agung dan misterius yang dipanggil "penebusan dosa" (apolytrosis) dan "tempat pelaminan" ..."

Hari Valentine

Era abad pertengahan

Catatan pertama dihubungkannya hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis adalah pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis, di mana dipercayai bahwa 14 February adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin. Kepercayaan ini ditulis pada karya sang sastrawan Inggris Pertengahan ternama Geoffrey Chaucer pada abad ke-14. Ia menulis di cerita Parlement of Foules (“Percakapan Burung-Burung”) bahwa
For this was sent on Seynt Valentyne's day (“Bahwa inilah dikirim pada hari Santo Valentinus”)
Whan every foul cometh ther to choose his mate (“Saat semua burung datang ke sana untuk memilih pasangannya”)

Pada jaman itu bagi para pencinta sudah lazim untuk bertukaran catatan pada hari ini dan memanggil pasanagan mereka "Valentine" mereka. Sebuah kartu Valentine yang berasal dari abad ke-14 konon merupakan bagian dari koleksi pernaskahan British Library di London. Kemungkinan besar banyak legenda-legenda mengenai santo Valentinus diciptakan pada jaman ini. Beberapa di antaranya bercerita bahwa:
Sore hari sebelum santo Valentinus akan gugur sebagai martir (mati syuhada), ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis "Dari Valentinusmu".
Ketika serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, santo Valentinus secara rahasia membantu menikahkan mereka.

Pada kebanyakan versi legenda-legenda ini, 14 Februari dihubungkan dengan keguguran sebagai martir.

Hari Valentine pada era modern

Hari Valentine kemungkinan diimpor oleh Amerika Utara dari Britania Raya, negara yang mengkolonisasi daerah tersebut. Di Amerika Serikat kartu Valentine pertama yang diproduksi secara massal dicetak setelah tahun 1847 oleh Esther A. Howland (1828 – 1904) dari Worcester, Massachusetts. Ayahnya memiliki sebuah toko buku dan toko peralatan kantor yang besar dan ia mendapat ilham untuk memproduksi kartu dari sebuah kartu Valentine Inggris yang ia terima. (Semenjak tahun 2001, The Greeting Card Association setiap tahun mengeluarkan penghargaan "Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary".)


Tradisi Hari Valentine di negara-negara non-Barat

Di Jepang, Hari Valentine sudah muncul berkat marketing besar-besaran, sebagai hari di mana para wanita memberi para pria yang mereka senangi permen cokelat. Namun hal ini tidaklah dilakukan secara sukarela melainkan menjadi sebuah kewajiban, terutama bagi mereka yang bekerja di kantor-kantor. Mereka memberi cokelat kepada para teman kerja pria mereka, kadangkala dengan biaya besar. Cokelat ini disebut sebagai Giri-choko, dari kata giri (kewajiban) dan choco (cokelat). Lalu berkat usaha marketing lebih lanjut, sebuah hari balasan, disebut “Hari Putih”(White Day) muncul. Pada hari ini (14 Maret), pria yang sudah mendapat cokelat pada hari Valentine diharapkan memberi sesuatu kembali.

Di Taiwan, sebagai tambahan dari Hari Valentine dan Hari Putih, masih ada satu hari raya lainnya yang mirip dengan kedua hari raya ini ditilik dari fungsinya. Namanya adalah "Hari Raya Anak Perempuan" (Qi Xi). Hari ini diadakan pada hari ke-7, bulan ke-7 menurut tarikh kalender kamariyah Tionghoa.

Di Indonesia, budaya bertukaran surat ucapan antar kekasih juga mulai muncul. Budaya ini cenderung menjadi budaya populer dan konsumtif karena perayaan valentine lebih banyak ditujukan sebagai ajakan pembelian barang-barang yang terkait dengan valentine seperti kotak coklat, perhiasan dan boneka. Pertokoan dan media (stasium TV, radio, dan majalah remaja) terutama di kota-kota besar di Indonesia marak mengadakan acara-acara yang berkaitan dengan valentine.




Sumber: http://id.wikipedia.org
Lebih Lanjut.... »»

Senin, 26 Januari 2009

Makna Cap Go Meh bagi Umat Katolik

Perayaan Cap Go Meh itu ternyata banyak kembangannya. Perayaan di Indonesia mungkin sudah berbeda dengan perayaan di Taiwan, Hongkong, atau RRC sekali pun. Dalam seminar Cap Go Meh yang diselenggarakan PDPKK St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus pada hari Kamis, 14 Februari 2008, Rm. Hendra Suteja, SJ mengatakan bahwa sebenarnya perayaan Cap Go Meh itu merupakan perayaan hadirnya terang / bulan purnama yang pertama setelah musim semi (Imlek), yang dirayakan dengan makan onde yang berisi wijen, memasang lentera beraneka ragam, memasang kembang api dan petasan. Semua aktivitas tersebut dapat dengan leluasa diikuti oleh seluruh umat Katolik. Kita boleh berperan serta dalam kebahagiaan umat lain (Kong Hu Cu dan Budha) yang sedang merayakan Cap Go Meh tersebut.

Dalam perkembangan selanjutnya ternyata perayaan Cap Go Meh mulai terkait dengan mengundang ‘Dewa Kemakmuran’ untuk datang memberikan rejeki kepada umat-umat yang menantikannya di bumi. Di Bogor khususnya juga ada perayaan injak bara, potong lidah, gotong Toa Pe Kong dan lain-lain. Perayaan yang seperti ini boleh ditonton, tapi tidak boleh diikuti, terutama potong lidah dan injak bara.

Waktu ditanya apakah umat Katolik boleh tidak menggotong Toa Pe Kong. Rm. Hendra dengan tenanga menjawab, bahwa selama intensi kita murni, ya ga apa-apa ikut menggotong karena tujuannya hanya untuk meramaikan. Tetapi jangan punya maksud … ah saya mau menggotong, jangan-jangan (atau siapa tahu) nanti saya dapat rejeki. Nah kalau ada maksud / intensi yang seperti ini bisa berbahaya. Janganlah ikut menggotong.
Artinya kalau kita memiliki iman yang kuat, silahkan ikut, tetapi bila tidak sebaiknya jangan !
Ditulis oleh D. Agus Goenawan
Lebih Lanjut.... »»

Imlek Bukan Hari Raya Agama Buddha

Pada tanggal 7 Pebruari yang lalu, suku bangsa Tionghoa di seluruh dunia merayakan perayaan Tahun Baru China atau disebut Tahun Baru Imlek. Begitu juga masyarakat Indonesia khususnya dari keturunan etnis Tionghoa juga merayakan Tahun Baru Imlek.

Sudah enam tahun sejak dikeluarkannya Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 TENTANG HARI TAHUN BARU IMLEK tertanggal 9 April 2002, perayaan Tahun Baru Imlek telah dirayakan secara bebas. Namun sayang, nampaknya masih banyak orang, khususnya di Indonesia, yang salah memahami perayaan Tahun Baru Imlek sebagai hari perayaan keagamaan khususnya menganggap sebagai perayaan dalam agama Buddha.

Kesalahpahaman mengenai anggapan bahwa Imlek adalah perayaan agama Buddha oleh sebagian besar orang, khususnya di Indonesia, didasari oleh kurangnya informasi yang benar dan melekatnya stigma dan sikap penyamarataan bahwa warga keturunan etnis Tionghoa pastilah beragama Buddha, Tao atau Kong Hu Chu, dan agama Buddha adalah agama khusus warga keturunan etnis Tionghoa. Sehingga ketika umat Buddha Indonesia yang sebagian besar adalah berlatar belakang keturunan etnis Tionghoa merayakan tradisi Tionghoa, dalam hal ini perayaan Imlek, maka sebagian besar orang beranggapan bahwa Imlek adalah hari raya agama Buddha. Padahal tidak demikian.

Secara singkat, Imlek sendiri merupakan suatu perayaan tradisi menyambut musim semi dan berakhirnya musim dingin yang dilakukan oleh suku bangsa Tionghoa di Tiongkok (China), yang dalam perkembangannya ditetapkan sebagai hari penggantian tahun.

Penanggalan Imlek di Tiongkok dimulai sejak tahun 2637 SM, sewaktu Kaisar Oet Tee / Huang Ti (2698-2598 SM) mengeluarkan siklus pertama pada tahun ke-61 masa pemerintahannya. Penanggalan Imlek sebutan asalnya adalah He Lek, yakni Penanggalan Dinasti Ke / Hsia (2205-1766 SM) yang pertama kali mengenalkan penanggalan berdasarkan matahari, dan penetapan tahun barunya bertepatan dengan tibanya musim semi. Dinasti Sing/Ien (1766-1122 SM) menetapkan tahun barunya mengikuti Dinasti He, yakni akhir musim dingin.

Dari penjelasan di atas jelas bahwa Imlek berawal dari sebuah tradisi menyambut musim semi, dan tidak ada kaitannya dengan perayaan keagamaan manapun. Dengan demikian, Imlek dapat dirayakan secara lintas agama, khususnya mereka yang berlatar belakang keturunan etnis Tionghoa.

Salah satu acara dalam perayaan Imlek adalah ”sembahyang” leluhur. Acara ”sembahyang” leluhur ini rupanya diartikan oleh warga keturunan etnis Tionghoa yang beragama non-Buddhis, non-Tao dan non-Kong Hu Chu sebagai acara berdoa memohon rejeki kepada para leluhur sehingga mereka menganggap bahwa hal tersebut bertentangan dengan ajaran agama mereka. Karenanya, banyak umat Kristen maupun Muslim keturunan etnis Tionghoa yang meninggalkan tradisi perayaan Imlek.

Berbeda dengan umat agama lain, umat Buddha keturunan etnis Tionghoa memandang acara ”sembahyang” leluhur sebagai suatu penghormatan kepada para leluhur dan bukan meminta rejeki kepada para leluhur. Jadi istilah ”sembahyang” yang tepat bukanlah berarti berdoa meminta kepada leluhur, tetapi justru menghormati dan mendoakan para leluhur. Dan menghormati mereka yang patut dihormat adalah salah satu wujud dari pelaksanaan Dhamma (Kebenaran).

Dengan demikian, meskipun Imlek bukan merupakan hari raya agama Buddha namun umat Buddha yang berlatar belakang keturunan etnis Tionghoa dapat dengan bebas merayakan Imlek.

Selamat Tahun Baru Imlek bagi yang merayakannya.

Sumber: http://www.forumbebas.com


Lebih Lanjut.... »»

Perayaan Tahun baru Imlek_Part_1

Makna Perayaan Tahun Baru Imlek

Oleh: Ks Sofyan Jimmy Yosadi - mahasiswa Fakultas Hukum UKIT

Perayaan Tahun Baru Imlek (Sienci) atau Tahun Baru Khonghucu 1 Cia Gwee 2550 menurut penanggalan masehi jatuh pada tanggal 16 Februari 1999. Bagi umat Khonghucu, Tahun Baru Imlek dirayakan dengan melaksanakan sembahyang sujud syukur ke hadirat Thian, Tuhan YME yang telah melimpahkan curahan berkat dan rahmat-Nya sepanjang tahun yang telah berlalu hingga dapat memasuki tahun yang baru. Perayaan ini mengandung makna agama yang mendalam karena diikuti berbagai upacara keagamaan/ritual yang dilaksanakan sebelum dan sesudah Tahun Bru Imlek.

Bagi orang Khonghucu Indonesia melakukan sembahyang sujud syukur pada Tahun Baru Imlek merupakan kewajiban pelaksanaan ibadah sesuai keyakinan agamanya. Umat Khonghucu tidak menyatakan perayaan Tahun Baru Imlek sebagai Thun Baru Cina. Agama Khinghucu da di dunia sudah ribuan tahun sebelum negara Cina diproklamirkan. Oleh karena itu hrus dibedakan dengan orang yang kebetulan etnis Cina lalu ikut merayakannya, maka sesuatu hal yang keliru dan salah kaprah kalau persujudan dan puji syukur kepada Tuhan pada hari itu dikaitkan dengan budaya, adat dan tradisi Cina.

Janganlah menanggapi agama Khonghucu dengan menanggapi secra tradisi Cina. Dlam perkembangn suatu ajaran agama di mana agama itu lahir di suatu tempat, yang sebelumnya telah memiliki suatu tradisi dan budaya yang spesifik, maka ajaran agama ini turut mempengaruhi tradisi dan budaya setempat dan bukan sebaliknya. Namun disadari, dalam perkembangannya kemudian, agama apapun akan turut terbawa tradisi awal di mana tempat agama itu terlahir. Adalah suatu kebetulan agama Khonghucu lahir di Tiongkok, tetapi agama Lhonghucu tidak membicarakan tentang trdisi Cin namun membicarakan tentang Tuhan, Firman, Iman, Kebijakan, dan sebagainya. Dalam siftnya yang universal dan global, agama Khonghucu di Indonesia, baik dalam Kitab Sucinya, kebaktinnya, ritualnya menggunakan bahasa Indonesia tapi mengangkut hal-hal yang prinsip tentang keimanan tetap memakai bahasa Kitabnya.

Di RRC sendiri, Thun Baru Imlek dirayakan sebagai perayaan musim semi, demikian juga berlainan dengan masyarakat Cina lain yang merayakannya sebagai menyambut tahun "kelinci".

Kehadiran tulisan ini mencoba menjelaskan sepintas kilas tentang makna agama yang terkandung di dalam perayaan Tahun Baru Khongcu/Imlek, dengan maksud agar dapat menambah pengertian bagi umat Khonghucu dan segenap simpatisannya, juga umat beragama lain agar lebih dapat diketahui khalayak masyarakat guna menghindari salah persepsi.

Penanggalan Imlek

Perhitungan penanggalan Imlek semula didasarkan atas peredaran bulan mengelilingi bumi (lunar calender), dan telah dikenal sejak ribuan tahun sebelum masehi. Uniknya perhitungan penanggalan ini juga didasarkan atas peredaran bumi mengelilingi matahari (solar calender), seperti penanggalan masehi. Maka terjadi penyesuaian yaitu melalui mekanisme yang dikenal sebagai 'Lun Gwee' (bulan ulang) atau penyisipan 2 (dua) bulan tambahan setiap 5 (lima) tahun. Dengan adanya penyesuaian ini maka lebih tepat disebut penanggalan Imyanglek (sistem lunisolar).

Dalam sejarah tercatat, penanggalan Imlek dimulai sejak tahun 2637 SM, sewaktu Kaisar Oet Tee / Huang Ti (2698-2598 SM) mengeluarkan siklus pertama pada tahun ke-61 masa pemerintahannya. Penanggalan Imlek sebutan asalnya adalah He Lek, yakni Penanggalan Dinasti Ke / Hsia (2205-1766 SM), di mana pertama kali mengenalkan penanggalan berdasarkan solar, dan penetapan tahun barunya bertepatan dengan tibanya musim semi. Dinasti Sing/Ien (1766-1122 SM) menetapkan tahun barunya mengikuti Dinasti He, yakni akhir musin dingin. Nabi Khongcu yang hidup pada zaman Dinasti Cou / Chin (1122-255 SM) merasakan bahwa sistem penanggalan yang dipakai Dinasti Ciu kurang mempunyai nilai praktis, yaitu karena tahun baru jtuh jatuh pada hari Tangcik (Tung Ze).Saat itu hari tengah musim dingin maka pendapat Nbi Khongcu, penanggalan Dinasti He yang paling tepat, hal itu dapat diketahui dari Sabda Nabi Khongcu : "Pakailah penanggalan Dinasti He ..." Kitab Sabda Suci (Lun Gi / Lun Yu) jilid XV : 11.

Adapun yang menjadi dasar pertimbangan Nabi Khongcu adalah kesejahateraan umat manusia. Pada kehidupan zaman dahulu, penetapan saat tahun baru memegang peranan yang amat penting, karena penetapan tersebut menjadi pedoman bagi semua orang untuk mempersiapkan segala pekerjaan untuk tahun yang berjalan, terutama para petani yang akan mulai bercocok tanam pada saat akhir musim dingin dan memasuki musim semi. Penanggalan ini sangat cocok bagi petani karena penanggalan tersebut perhitungan musim, peredaran matahari, serta uraian penjelasan mengenai iklim, maka penanggalan tersebut jadi populer dan disebut juga Long Lek (penanggalan petani).

Kaisar Han Bu Tee (140-86 SM) dari Dinasti Han (206 SM-220) menetapkan agama Khonghucu sebagai agama negara, dan penanggalan yang dianjurkan oleh Nabi Khongcu, yaitu He Lek resmi dipakai semua orang, baik masyarakat maupun pemerintahan dan tahun pertamanya dihitung dari tahun kelahiran Nabi Khongcu, yaitu tahun 551 SM, dengan demikian penanggalan Imlek dan penanggalan masehi berselisih 551 tahun. Oleh karenanya jika tahun masehi saat ini 1999, maka tahun Imleknya menjadi 1999 + 551 = 2550. Karena dihitung sejak Nabi Khongcu lahir maka tahun Imlek lazim disebut sebagai Khongculek.

Sistem penanggalan Imlek ini digunakan juga dalam kehidupan keagamaan di antara umatnya di Jepang, Korea, Vietnm, Taiwan, Burma, dan negara lainnya meskipun dengan nama yang diucapkan berbeda-beda tetapi merayakan hari tahun barunya sama. Bahkan di lingkungan agama Budha Sekte Mahayana yang berkembang di kawasan Asia Timur juga menggunakan penanggalan Imlek guna menentukan hari-hari suci keagamaannya.

Tahun Baru Khongcu (Imlek) selalu jatuh pada bulan baru (Chee It / Chu Yi) setelah memasuki Tai Han (T Kan) 21 Januari (Great Cold - saat terdingin), sampai dengan tibanya Hi Swi (Yi Suei) 19 Feebruari (spring showers - hujan musim semi). Tapi masih dapat ditolerir paling awal 3 hari sebelumnya seperti tahun 1969 jatuh pada hari Sabtu, 18 Januari 1969.

Afanya informasi dan berbagai tanggapan bahwa Tahun Baru Imlek / Khongculek 2550 dimajukan menjadi tanggal 16 / 17 Januari 1999, kemungkinan adalah suatu upaya untuk mempercepat berakhirnya "tahun harimau" yaitu dianggap penuh berbagai krisis. Tapi perlu ditegaskan bahwa Tahun Baru Imlek Khongculek 2550 yang benar adalah 16 Februari 1999.

Makna Religius

Pergantian tahun yang baru merupakan suatu penyesuaian terhadap gejala alam semesta, yang dilambangkan berkah-Nya melimpah bagi semua mahluk hidup. Di dalam kehidupan manusia, tahun baru merupakan suatu masa tentang keharmonisan dalam tata kehidupan, semua umat bergembira menyambut kehadiran tahun yang baru ini dengan penuh harap. Sesungguhny pa bedanya tahun kemarin dengan tahun baru, malam kemarin dengan malam tahun baru? Mengapakah pergantian tahun disertai dengan makna yang sarat, sehingga sanggup menghimpun manusia untuk merayakannya?

Pergantian tahun merupakan suatu momentum untuk menyadari secara mendalam, bahwa kita terikat oleh waktu. Bersamaan dengan itu gejala perubahan alam dalam masa pergntian tahun, manusia diingtkan bahwa ia hidup dalam ruang dan waktu tertentu. Keterikatan perjalanan hidup terhadap ruang dan waktu menyadarkan kita sebagai makhluk yang kecil dan lemah di hadapan Tuhan, kekuasaan yang mengatur alam semesta ini. Sekurang-kurangnya manusia mengucapkan syukur, berterima kasih karena masih diberi kesempatan menjalani kehidupan dalam ruang dan waktu ini. Karunia Thian, Tuhan YME berlimpah dicurahkan kepada umat manusia. Oleh karena itu sudah sewajarnya manusia sadar untuk berusaha menengadah mengucapkan puji syukur. Pada saat ini kita berusaha memperbaiki diri dan mengakhiri semua permusuhan, kebencian, dan kejahatan.
Lebih Lanjut.... »»

Perayaan Tahun baru Imlek_Part_2

"Sungguh Maha Besarlah Kebijakan Kwi Sien (Tuhan dalam sifat-Nya Yang Maha Rokh). Dilihat tiada tampak, didengar tiada terdengar, namun tiap wujud tiada yang tanpa Dia. Demikianlah menjadikan umat manusia di dunia berpuasa membersihkan hati dan mengenakan pakaian lengkap sujud bersembahyang kepada-Nya. Sungguh Maha Besarlah Dia, sehingga terasakan di atas dan di kanan kiri kita. Adapun kenyataan Tuhan Yang Maha Rokh itu tidak boleh diperkirakan, lebih-lebih tidak dapat ditetapkan. Maka sungguh jelas sifat-Nya yang halus itu, sehingga tidak dapat disembunyikan dari iman kita, demikianlah Dia." Kitab Tengah Sempurna (Tiong Yong / Chung Yung) Bab XV.

Pada hari pertama tahun baru Imlek semua umat Khonghucu bertingkah laku dengan cara yang berlainan dari biasanya. Rumah dibersihkan, orang menghias diri dengan pakaian yang baru, menyediakan makanan yang enak. Kesemuanya itu, seluruh kehidupan jasmani rohaninya diliputi rasa gembira dan bahagia, yang dibarengi dengan rasa dan suasana cinta kasih kepada sesama manusia, rasa syukur kepada Tuhan YME.

Pada Tahun Baru Khongcu/Imlek ini, umat Khonghucu melaksanakan sembahyang sujud ke hadirat Tuhan sesuai dengan apa yang diperintahkan agama, sebagaimana yang disabdakan Nabi Khongcu : "Pada permulaan tahun (Liep Chun), jadikanlah sebagai hari agung untuk bersembahyang besar ke hadirat Tuhan." Kitab Lee Ki / Li Chi bagian Gwat Ling.

Berkaitan dengan perayaan Imlek pada tahun 1999 ini, maka Badan Pengurus MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) mengeluarkan seruan kepada segenap umat Khonghucu dan segenap simpatisan di seluruh tanah air, agar perayaan tersebut hendaknya dilakukan secara sederhana. Karena hakekat tahun baru bukan untuk berhura-hura atau berpesta pora, melainkan untuk merenung, berkontemplasi, bersujud syukur ke hadirat Tuhan, 'sungkem' kepada orang tua, melakukan introspeksi dan membina diri, serta memperbaiki tali silaturahmi dan tali persaudaraan sesama manusia. Perayaan Tahun Baru Imlek di kala keadaan krisis seperti saat ini, akan lebih tepat bila digunakan untuk lebih meningkatkan kepedulian sosial kita terhadap lingkungan. Tindakan berpesta pora pada saat krisis, tidak saja kurang etis namun juga bisa menambah berat beban perekonomian secara makro karena bisa memancing kenaikan harga.

Rangkaian Kegiatan Keagamaan

Perayaan Tahun Baru Imlek sudah mulai dipersiapkan ritual keagamaannya sejak 7 hari menjelang tahun baru dengan melaksanakan sembahyang menghantar Malaikat Dapur (Co Kun Kong), dan bagi umat Khonghucu yang penghidupannya sudah mapan saat ini berkesempatan untuk memberi santunan kepada mereka yang berkekurangan. Maka hari itu disebut juga sebagai Hari Persaudaraan (Ji Si Siang Ang).

Selanjutnya sehari sebelum tahun baru, sembahyang penutup tahun sekaligus menyambut tibanya tahun baru yang dilakukan persujudan rasa syukur ke hadirat Tuhan yang berkenan melindungi dan memberkahi sepanjang tahun yang akan ditinggalkan dan memohon agar tahun yang akan dimasuki dapat menghantar kepada kondisi kehidupan yang lebih baik daripadaa tahun lalu. Dalam sembahyang ini disampaikan pula hormat kepada orang tua yang sudah meninggal dunia juga kepada leluhur sebagai perwujudan bakti dan rasa terima kasih atas asuhannya. Hari itu juga biasanya para keluarga memperindah rumah, membuat kue, dan melaksanakan perayaan ini secara sederhana, tulus dan penuh hikmah tanpa kesan berlebihan.

Pada saat memasuki detik-detik tahun baru, sembahyang dilaksanakan lagi dengan penuh hikmat, khusuk dan gembira kemudian saling memberi hormat dan mendoakan semoga panjang umut, murah rejeki dan sehat sejahtera sambil memohon ampunan kepada orang tua dengan melakukan sungkem/hormat (Kui Ping Sien). Sedangkan kepada saudara saling memaafkan lalu saling mengunjungi sanak keluarga dan sehabat untuk menyampaikan hormat dan saling mendoakan diiringi maaf memaafkan.

Hari keempat di tahun yang baru dilakukan sembahyang untuk menyambut turunnya Malaikat Dapur (Co Kun Kong). Dapur merupakan salah satu bagian penting dari sebuah rumah tangga, karena di tempat ini semua kegiatan mengolah makanan untuk santapan keluarga dilakukan. Oleh karenanya dapur perlu dipelihara dengan baik, selain perlu selalu dijaga kebersihannya.

Kemudian hari kedelapan menjelang hari kesembilan (dilaksanakan pada Si/jam pertama), sembahyang beesar kepada Tuhan (King Thi Kong). Sesuai dengan amanat suci dalam Kitab Lee Ki (kitab kesusilaan), dilaksanakan dengan mempersiapkan diri secara khusus berpantang makanan (berpuasa/vegetaris) sejak hari ketiga sampai berakhirnya sembahyang King Thi Kong. Sembahyang ini merupakan sembahyang besar dengan peyerahan diri secara total kepada Tuhan yang bermakna betapa manusia demikian kecilnya di hadapan-Nya.

Pada hari ketigabelas, dilaksanakan upacara suci memperingati kemuliaan Kwan Kong (Dewa yang melambangkan sikap Ksatria, Setia, Berani, Bijaksana, dan taat pada agama).

Pada hari kelimabelas dilaksanakan upacara Purnama Raya (Cap Go Meh/Goan Siau) hari yang penuh makna, dan sarat dengan upacara keagamaan dalam istilah masyarakat Manado adalah "pesiar Toapekong".

Merayakan Tahun Baru Imlek : Boleh atau Tidak?

Ada apa dan bagaimana sebenarnya hingga tahun baru Imlek senantiasa mendapat tanggapan negatif serta mengundang anggapan bahwa menghambat pembauran, mengancam persatuan dan kesatuan bangsa?
Lebih Lanjut.... »»

Minggu, 04 Januari 2009

Indonesia Tak Siap Hadapi Krisis Global

Pemerintah dinilai tidak siap menghadapi krisis ekonomi. Steve Hanke, Ekonom Senior dari John Hopkins University mengatakan, kebijakan ekonomi tahun ini tidak konsisten dan tidak realistis. "Indonesia tidak siap menghadapi krisis," katanya dalam kuliah umum di Universitas Pelita Harapan, Tangerang.

Contohnya, pemerintah sudah menurunkan target inflasi menjadi 5 plus minus 1 persen. Namun di sisi lain Bank Indonesia berencana menurunkan tingkat suku bunga acuan. "Target inflasi sudah turun, Bank Indonesia seharusnya tidak berencana menurunkan suku bunga," kata dia. Hanke menyarankan Bank Indonesia menggunakan dana asing yang masuk ke dalam negeri untuk menguatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Senada dengan itu, Mantan Gubernur Bank Indonesia Adrianus Mooy mengatakan BI rate sebaiknya tetap dipertahankan pada level 8 persen selama beberapa bulan ke depan. Bank Indonesia seharusnya bisa
memanfaatkan momen selisih suku bunga yang cukup besar dengan Bank Sentral "BI sebaiknya serius dengan target inflasi. Stop memikirkan penurunan suku bunga," katanya. Amerika Serikat Federal Reserve, untuk memasukkan aliran dana asing ke Indonesia.
Lebih Lanjut.... »»

Indonesia Minim Jiwa Kepemimpinan

Kurangnya jiwa kepemimpinan menyebabkan krisis ekonomi masih terasa di Indonesia. Selama enam tahun ini, Indonesia masih tertinggal dibandingkan Malaysia, Singapura, Thailand, Korea Selatan, dan negara lain di kawasan Asia.
Negara-negara tersebut sudah mampu keluar dari krisis dan menata ekonominya untuk menyambut permainan globalisasi dan ASEAN Free Trade Area (AFTA). Penyebab kemajuan mereka, menurut Charlo Mamora, Managing Partner Transforma, karena adanya dukungan dari perusahaan-perusahaan yang dapat menyikapi krisis tersebut dengan arif. Demikian dilaporkan harian Media Indonesia.

"Mereka melakukan penyelarasan pola pikir individu dan pembenahan kepemimpinan top team untuk organisasi. Kedua hal ini adalah yang paling menentukan dan membedakan suatu organisasi akan menjadi pemenang, biasa-biasa saja, atau bahkan punah," katanya di seminar Top Team Leadership di Jakarta baru-baru ini.

Lebih lanjut Charlo mengungkapkan, Jepang berhasil mengejar ketertinggalannya dengan Barat melalui gerakan kualitas, dan Korea mampu bersaing di pasaran internasional dengan program survival atau kuantum.

"Indonesia sebenarnya dapat mengikuti jejak kedua bangsa itu, mengejar ketertinggalan melalui gerakan penyelarasan mindset (mindset alignment movement). Tetapi, selama pejabat pemerintah melihat dirinya sebagai penguasa bukan pelayan masyarakat, selama itu pula perubahan berarti tidak akan terjadi. Selama mentalitas guru melihat dirinya sebagai pengajar, bukan sebagai pendidik, selama itu pula kualitas sumber daya manusia kita tidak akan mengalami perubahan besar," ucapnya.

Begitu juga dalam dunia bisnis. Menurut Charlo, perusahaan sebagai pelaku utama harus meninjau pola pikir yang dianut. Perusahaan harus berani mengubah pola pikir yang merugikan. Untuk itu, ada lima hal yang harus diperhatikan. Pertama, adanya visi yang menantang secara bisnis dan memiliki daya pikat bagi karyawan melalui transformasi komunikasi dari pimpinan. Visi perusahaan tersebut harus melekat di semua jajaran karyawan. Kedua, adanya program kuantum, atau lompatan dari perusahaan untuk mencapai nilai ekonomis yang tinggi.

Ketiga, adanya budaya dan praktik pengembangan talenta. Itu berarti, semua orang diberi kesempatan untuk mengembangkan potensinya sesuai dengan kemampuannya. Keempat, adanya proses plan-do-check-action (PDCA) yang berjalan pada setiap organ perusahaan dan terintegrasi secara keseluruhan. Kelima, adanya bahasa persatuan kerja dan interaksi dengan pelanggan atau pihak luar organisasi yang dijalani oleh keseluruhan orang dalam organisasi.

Kelima hal itu menurut Charlo membutuhkan tenaga yang luar biasa, tidak cukup lagi hanya dengan seorang CEO yang kuat seperti masa lalu.

Sumber: Gloria Cyber Ministry
Lebih Lanjut.... »»